Kita harus menentukan seseorang yang bisa menemani dan membuat kita serasa di "rumah" seumur hidup, di rumah kita besok... itu semua pilihan kita sendiri.
Ingat kata "SEUMUR HIDUP" dan "SEKALI".
Itu sebuah pilihan yang menyenangkan (menurutku juga tyo=)
Bayangkan ketika tidak lagi harus menjemput kencan.
Tidak lagi ada jam malam.
Tidak lagi mesti pamitan kepada orang tua nya.
Ketika kangen tidak perlu sms an atau telpon2an.
Ketika terbangun di pagi hari sudah ada seseorang yang menemanimu atau dengan tulus hati sudah membuatkanmu kopi.
Seseorang yang bisa kaukecup setiap waktu.
Seseorang yang membuatmu ingin selalu berkorban untuk dia.
Seseorang yang membuatmu menjadi pahlawan.
Seseorang yang melahirkan darah dagingmu sendiri.
Seseorang yang membawamu membina sebuah keluarga.
Liburan, weekend, jalan-jalan, makan bersama, perayaan 25tahun pernikahan, 50 tahun pernikahan, dan semua kebahagiaan yang terangkum dalam Sekali Seumur Hidup.
That's fookin owsom dude!
(ini hasil perbincangan saya dengan seorang teman bernama Tyo a.k.a Kamidi Londo yang waktu saya menulis ini dia ada di Qatar, kangen sama rumahnya di Indonesia, dan mungkin kalo sekarang dia baca ini mungkin dia cuma berkata,"hangst.....",hehehe, santeeee yo=)
Ingat kata "SEUMUR HIDUP" dan "SEKALI".
Itu sebuah pilihan yang menyenangkan (menurutku juga tyo=)
Bayangkan ketika tidak lagi harus menjemput kencan.
Tidak lagi ada jam malam.
Tidak lagi mesti pamitan kepada orang tua nya.
Ketika kangen tidak perlu sms an atau telpon2an.
Ketika terbangun di pagi hari sudah ada seseorang yang menemanimu atau dengan tulus hati sudah membuatkanmu kopi.
Seseorang yang bisa kaukecup setiap waktu.
Seseorang yang membuatmu ingin selalu berkorban untuk dia.
Seseorang yang membuatmu menjadi pahlawan.
Seseorang yang melahirkan darah dagingmu sendiri.
Seseorang yang membawamu membina sebuah keluarga.
Liburan, weekend, jalan-jalan, makan bersama, perayaan 25tahun pernikahan, 50 tahun pernikahan, dan semua kebahagiaan yang terangkum dalam Sekali Seumur Hidup.
That's fookin owsom dude!
(ini hasil perbincangan saya dengan seorang teman bernama Tyo a.k.a Kamidi Londo yang waktu saya menulis ini dia ada di Qatar, kangen sama rumahnya di Indonesia, dan mungkin kalo sekarang dia baca ini mungkin dia cuma berkata,"hangst.....",hehehe, santeeee yo=)


