30032010 dari 365 Hari Berpikir Positif

"Ini adalah awal dari sebuah hari yang baru..."--dari selembar selipan kertas oranye di dalam map putri saya yang dibawa pulang.


Selamat pagi! Ketika putri saya duduk di kelas 5, saya mengosongkan mapnya yang dibawa pulang dan selembar kertas berwarna oranye jatuh ke bawah. Saya mengambil kertas kotak kecil itu dan membacanya. Kertas itu bertuliskan:

Ini adalah awal dari sebuah hari yang baru. Kau diberikan hari ini untuk digunakan semaumu. Kau bisa menyia-nyiakannya atau menggunakannya untuk kepentinganmu. Apa yang kau lakukan hari ini sangat penting karena kau menukarkan sehari dari hidupmu untuknya. Ketika hari esok tiba, hari ini akan pergi untuk selamanya;sebagai gantinya adalah sesuatu yang kau tinggalkan... Buatlah itu sesuatu yang bisa kau banggakan.

Saya tidak tahu dari mana kertas itu berasal dan saya lupa menanyakannya pada putri saya sebelum dia berangkat ke sekolah. Saya rasa, dari mana asalnya kertas itu tidak sepenting yang tertulis di atasnya. Betapa diberkatinya kita untuk mendapatkan hari yang baru ini. Mari kita manfaatkan sebaik mungkin. Mari kita tukar sehari dari kehidupan kita untuk membangun warisan harapan dan kebahagiaan.



Giliran Anda:

Luangkan beberapa waktu untuk memikirkannya tentang anugerah hebat hari ini. Apa yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkannya? Ketika hari esok tiba, anugerah apa yang akan Anda tinggalkan bersama dengan hari ini?



Tekad hari ini:

Hari ini saya meninggalkan sesuatu, dan itu adalah sesuatu yang saya BANGGAKAN!



=365 Hari Berpikir Positif - Brook Noel=


[Gunung Sempu, 30032010 0630-0640]

29032010 dari 365 Hari Berpikir Positif

"Pergilah dengan penuh kepercayaan diri ke arah mimpi Anda; Jalani kehidupan yang Anda bayangkan. Ketika Anda menyederhanakan hidup Anda, hukum alam semesta akan menjadi lebih sederhana."--Henry David Thoreau.


Selamat pagi! Dengan musim semi yang sudah dimulai, saya sudah merapikan kekacauan dan menyederhanakan semua hal. Saya akhirnya sudah selesai dengan kekacauan dan sedang membereskan hal lain selain kertas! Perhiasan kecil, dan barang-barang lain--dimasukkan ke kantong sampah yang saya tarik ke luar untuk disumbangkan atau diberikan pada orang lain. Malam sebelumnya, saya masuk ke salah satu ruangan yang "sudah rapi" dan tercengang mendapati betapa enaknya ruangan itu terasa. Saya mempunyai ruang untuk berpikir, bahkan bisa berputar sekali jika saya mau.

Saya menyadari bahwa begitu keadaan di sekitar kita kacau, maka pikiran kita juga akan menjadi kacau. Saya bisa bersaksi bahwa kutipan hari ini benar adanya--baik jika diterapkan pada keadaan fisik di sekitar Anda, maupun dalam merapikan pikiran Anda.

Kita sering kali menjadi halangan bagi diri kita sendiri--terutama di dalam pikiran kita. Kita terbungkus di dalam sesuatu yang tidak bisa kita ubah atau yang sebenarnya tidak penting. Kita menghabiskan berjam-jam memikirkan sebuah situasi yang tidak memajukan diri kita atau membantu orang lain. Kita terkait dengan orang-orang yang negatif dan membiarkan kenegatifan mereka membayangi kita. Kita membuat hidup kita lebih rumit dari yang seharusnya. Ketika kita mengatur "pembersihan musim semi" pikiran kita dan mengenyahkan pola pikir yang tidak membawa keuntungan bagi kita, hidup akan menjadi lebih sederhana. Kadang kala, daripada kita harus berjuang, mendaki, lebih baik kita berputar, berjalan mengitari bukit dan mencari bukit yang lebih baik untuk didaki.



Giliran Anda:

Kapan Anda pernah membuat hidup lebih rumit dari yang seharusnya? Apa yang bisa Anda lakukan hari ini untuk mengembalikan fokus pikiran Anda menjadi lebih sederhana?



Tekad hari ini:

Setiap hari, saya memfokuskan diri di mana saya membuat sebuah perbedaan.



Pertanyaan renungan:

Peperangan apa yang sedang Anda lakukan dalam hidup Anda? Apakah ada sebuah pendakian yang lebih baik Anda hindari?



=365 Hari Berpikir Positif - Brook Noel=


[Gunung Sempu, 29032010 0717-0724]

28032010 dari 365 Hari Berpikir Positif

“Bunyikan lonceng yang masih bisa berbunyi. Lupakan penawaran sempurna Anda. Selalu ada retakan dalam setiap hal, dari sanalah cahaya bisa masuk.”—Leonard Cohen.


Selamat siang! Saya tidak tahu bagaimana dengan Anda, tapi saya menganggap kutipan ini sangat melegakan. Kita semua tahu kalau tidak ada kesempurnaan, tapi banyak dari kita yang masih mengejarnya. Kutipan ini mendorong kita untuk menghentikan pengejaran itu. Sama seperti yang dibagi oleh Donna di sebuah e-mail untuk saya:

Ini adalah salah satu dari kutipan saya, karena itu tidak hanya mengingatkan saya kalau ketidaksempurnaan tidak bisa dihindari, tapi juga merupakan sebuah berkat, karena “dari sanalah cahaya bisa masuk.”

Ibu saya adalah seorang seniman. Saya sudah belajar banyak hal darinya selama kehidupan saya. Satu pelajaran khusus teringat di benak saya saat membaca kutipan ini. Ketika saya pertama kali belajar menggambar dan melukis di waktu kecil, saya terus memfokuskan diri pada “subjk” dan bisa dengan cepat merasa frustasi ketika gambar rusa saya lebih terlihat seperti sebuah truk yang jelek. Ibu saya menyemangati saya untuk berhenti melihat kea rah “objek” dan mulai melihat pada “ruangan di sekitarnya.” Dia menjelaskan bahwa objek fisik hanyalah sebagian kecil dari gambar itu—ruangan di sekitar objek itulah yang sesungguhnya memberikan arti pada objek itu sendiri. Melalui pelajaran itulah saya mulai belajar untuk melihat ke “keseluruhan gambar”—bukan hanya yang tampak jelas.

Ketika kita mengejar kesempurnaan, kita hanya melihat pada “yang tampak jelas.” Kita segera memotong semua keuntungan yang kita dapatkan dari “keseluruhan gambar”—dari lekukan garis saat belajar, dari kesalahan, dari ruang ketidaksempurnaan. “Keseluruhan gambar”-lah yang menciptakan sebuah kehidupan yang kaya. “Keseluruhan gambar” yang mengandung retakan-retakan yang membuat pembelajaran dan kehidupan bersinar masuk.

Giliran Anda:

Hari ini, lewatkan “yang tampak jelas” untuk melihat ke “keseluruhan gambar” dari setiap situasi yang Anda alami.

Tekad hari ini:

Saya melewatkan yang tampak jelas dan melihat ke “keseluruhan gambar.”

=365 Hari Berpikir Positif – Brook Noel=

[Gunung Sempu, 28032010 1337-1348]

27032010 dari 365 Hari Berpikir Positif

"Jika kau membangunnya, mereka akan datang."--Field of Dreams.


Selamat pagi! April mengirimkan cerita menyenangkan ini beberapa hari yang lalu dan saya ingin membaginya dengan Anda. April menuliskan:
Dengan putri tertua kami tinggal di lantai dasar sampai dia menikah (selama satu tahun!!!) kami harus mempunyai sebuah sistem untuk surat-suratnya. Saya meminta suami saya menggantung gabus / papan tulis di dekat pintu ruang lantai bawah tanah dengan 2 buah kantong di bawahnya. Satu kantong untuk surat-surat putri saya, dan yang lainnya untuk spidol, paku payung, dsb., perlatan untuk papan tulis itu. Saya tidak berencana untuk menggunakannya sampai saya siap untuk "memulai" sistem saya. Keluarga saya mengambil alih begitu saja--pesan pertama berasal dari suami saya! Anak-anak juga sudah mulai menggunakannya--sebagai pusat pesan keluarga. Itu membuat saya berpikir tentang kutipan itu. Kami hanya menggantung papan itu--dan mereka menggunakannya! Terima kasih.

Kabar baiknya, April, bahwa Anda menggunakan papan itu SESEGERA MUNGKIN! Yang bahkan lebnih saya sukai dari cerita April adalah bagaimana keluarganya "merangkul" perubahan itu. Sering kali kita berpikir kalau sesuatu yang "baru" yang kita coba tidak akan diterima dengan baik, dan kita tidak memberikan keuntungan dari keraguan itu pada keluarga kita. Terbukalah pada kemungkinan bahwa mereka yang ada di sekitar kita mungkin juga siap untuk perubahan yang positif!



Giliran Anda:

Jangan pernah mengira bahwa Anda tahu bagaimana seseorang akan merespons terhadap sebuah rutinitas atau teknik baru. Berikan kesempatan pada semua orang untuk memformulasikan respons mereka sendiri. Anda mungkin akan sangat terkejut!



Tekad hari ini:

Saya memungkinkan perubahan positif pada mereka yang ada di sekitar saya.



Pertanyaan Renungan:

Di mana dalam hidup Anda pernah memprediksi bagaimana seseorang akan merespons dan tidak memberikan kesempatan pada orang itu untuk berbicara bagi dirinya sendiri?



=365 Hari Berpikir Positif - Brook Noel=

[Gunung Sempu, 27032010 0628-0642]

26032010 dari 365 Hari Berpikir Positif

"Selalu terlalu cepat untuk berhenti."--Norman Vincent Peale.


Selamat pagi! Minggu lalu, saya dan ibu saya mendiskusikan bagaimana saat orang mendapatkan cadangan kekuatan dari sumber yang tidak diketahui--dan terus maju menantang hambatan--mereka mendapatkan kesuksesan. Hampir semua cerita kesuksesan mempunyai sebuah "dasar yang gelap," di mana berharap saja tampaknya sangat sulit--bahkan gila! Namun, pada masa-masa itulah kita mendapatkan kekuatan kita yang sesungguhnya dan mengembangkan kemampuan dan perilaku yang menghasilkan kesuksesan jangka panjang.

Ketika saya masih kecil, saya biasa membeli kutipan bijak yang menginspirasi pada sebuah pembatas buku, kartu dompet, dan sebagainya. Harganya tidak mahal dan selalu membuat saya tersenyum. Saya mempunyai sebuah kartu berwarna emas yang tebal yang bertuliskan sebuah puisi berjudul "Jangan Berhenti." Kartu ini sudah berumur sekitar 25 tahun sekarang, tapi pesannya tidak lekang zaman. Saya ngin membagnya dengan Anda pagi ini.

Jangan Behenti

Ketika semua menjadi rumit seperti yang biasanya terjadi.
Ketika jalan yang kau lalui semuanya mendaki.
Ketika dana sangat minim dan utang sangat banyak.
Dan kau ingin tersenyum, tapi kau harus mendesah.
Ketika rasa peduli sedikit menekanmu.
Istirahatlah, jika kau perlu, tapi jangan berhenti.
Hidup itu aneh dengan semua masalah dan kerumitannya.
Seperti yang kita semua kadang ketahui.
Dan banyak yang kemudian mengalami kegagalan.
Jika dia bisa menang, apakah dia akan melanjutkan:
Jangan berhenti meskipun langkah terlihat sangat pelan--
Kau bisa saja sukses dengan gebrakan yang lain.
Sukses adalah kebalikan dari gagal--
Tinta perak dari awan keraguan.
Dan kau tidak bisa mengetahui betapa dekatnya kau berada.
Mungkin saja sudah dekat saat terlihat mjasih sangat jauh:
Jadi teruslah berjuang saat kesulitan menyerang--
Saat keadaan terburuklah kau tidak boleh berhenti.
--Anonim.

Saya sudah menyimpan kartu ini dalam dompet hampir sepanjang hidup saya dan kembali melihatnya saat saya "mengalami kesulitan terburuk" untuk mengingatkan diri saya bahwa tidak apa-apa beristirahat, tapi jangan berhenti! Saya begitu lega bahwa saya tidak pernah menyerah mengejar mimpi saya. Jika begitu, saya tidak akan mendapatkan hak istimewa untuk berbagi dengan Anda semua hari ini.



Giliran Anda:

Cetaklah puisi hari ini dan simpanlah terus untuk waktu-waktu di mana Anda membutuhkan sebuah pengingat untuk "terus berjuang saat dihempas keras kesulitan."



Tekad hari ini:

Ketka hal-hal menjadi rumit, seperti yang kadang akan terjadi, dan jalan tampak terus mendaki--SAYA BISA BERISTIRAHAT, TAPI SAYA TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI.



=365 Hari Berpikir Positif - Brook Noel=

[Gunung Sempu, 26032010 0656-0713]

Lingkaran (II)

saya masih menunggu,
untuk mengambil keputusan saya...
Saya tidak berusaha menghindari gesekan, karena dimanapun pasti akan selalu ada.
Saya pikir setiap kita juga berusaha meminimalisir gesekan yang ada, itu sangat manusiawi...
Saya juga yakin, hati saya yang terletak di dada sebelah kiri, akan menjadi lebih besar dan lebih kuat.

Akan ada banyak konsekwensi yang akan saya tanggung jika saya memutuskan untuk keluar,
banyak,
mungkin,
malah menjadi lebih banyak lagi...

Tapi itu semua konsekwensi dari gravitasi,
oh, dasar, konstelasi



[Gunung Sempu, 25032010 1050-1055]

Lingkaran (I)

Saya sekarang berada di sebuah lingkaran yang bentuk dan komponennya sama dengan lingkaran yang dulu saya tempati, ya hampir sama lah...
Memang ada yang datang dan pergi di lingkaran ini, yang datang orang baru, yang pergi orang lama.
Dulu saya menikmati sekali berada di dalam lingkaran ini,
karena pada dasarnya, saya memang mencintai lingkaran ini, sampai sekarang.
Dulu saya bisa berhari-hari tidak pulang hanya untuk menggerakkan lingkaran ini, atau kalau menggerakkan terdengar begitu angkuh, ya ikut bergerak boleh lah, karena lingkaran ini terus bergerak dan berkembang, hanya saya menggandakan gerakan saya.
Bergerak dan berkembang hingga menjadi semakin besar setiap harinya,menitnya,detiknya.
..
Saya yang hidup di lingkaran ini berusaha untuk hidup dan menghidupi, baik si lingkaran atau diri saya sendiri. Saya kira semua komponen lingkaran ini juga begitu,
hidup dan menghidupi, atau mungkin pada mulanya menghidupi dan hidup.

Beberapa waktu yang lalu di tahun lalu persisnya,
saya merasa sesak berada di lingkaran, karena memang dalam kurun waktu beberapa tahun yang lalu ada yang mulai masuk ke dalamnya dan itu membuat komponen-komponen di dalam lingkaran bergerak-gerak.
Itu membuat saya gerah dan sakit di dada sebelah kiri, bukan dalam pengertian secara eksplisit tentunya...
Di tahun yang lalu itu, saya sempat berpikir untuk mengalah dengan komponen baru itu,
saya ingin keluar dari lingkaran!
Tapi sesuatu membuat saya tertahan di situ,
sesuatu yang meneriakkan keyakinan,
keyakinan yang memotivasi, yang kemudian saya mengenal buku-buku motivasi yang memang saya gunakan untuk terapi dada sebelah kiri saya tadi.
Karena pada dasarnya saya menicntai lingkaran itu...


Lingkaran itu menyakiti saya...
Tidak, bukan,
lingkaran itu, memaksa pikiran saya menyakiti hati saya, hati di dada sebelah kiri saya...
Lingkaran itu selalu menghadapkan saya kepada sesuatu yang membuat pikiran saya berlari-lari tak henti-henti, menyakiti hati saya, hati di dada sebelah kiri saya...


Saya memang meyakini jika Tuhan memberikan kita jalan berbatu maka Dia akan menyediakan sepatu yang kuat bagi kita...
Namun ada kalanya batu-batu itu membuat kaki-kaki kita benar-benar ngilu.
Saya juga boleh kan memilih jalan tol?
Karena saya punya tiket platinum yang memudahkan saya di antrian jalan tol.
Lagipula, di dalam katalog kehidupan juga tersedia banyak pilihan yang kita dengan mudahnya memilih...
Mau bagaimana lagi
Lingkaran itu terkadang menyakiti saya...
Tidak, bukan,
lingkaran itu, terkadang memaksa pikiran saya menyakiti hati saya, hati di dada sebelah kiri saya...
Lingkaran itu terkadang menghadapkan saya kepada sesuatu yang membuat pikiran saya berlari-lari tak henti-henti, menyakiti hati saya, hati di dada sebelah kiri saya...


Belakangan ini, saya mulai berpikiran untuk berada di luar lingkaran,
sekedar menjadi penikmat pergerakan lingkaran itu,
karena komponen baru itu terlihat sangat menikmati ritmenya, dan saya tidak mau merusak semangat membara...
karena sekarang
Lingkaran itu sedikit-sedikit menyakiti saya...
Tidak, bukan,
lingkaran itu,sedikit-sedikit memaksa pikiran saya menyakiti hati saya, hati di dada sebelah kiri saya...
Lingkaran itu sedikit-sedikit menghadapkan saya kepada sesuatu yang membuat pikiran saya berlari-lari tak henti-henti, menyakiti hati saya, hati di dada sebelah kiri saya...


Belakangan ini, saya juga mulai berpikir untuk memutuskan,
saya atau komponen baru itu yang berada di dalamnya,
Karena
lingkaran itu memang menyakiti saya...
Tidak, bukan,
lingkaran itu,memang memaksa pikiran saya menyakiti hati saya, hati di dada sebelah kiri saya...
Lingkaran itu memang menghadapkan saya kepada sesuatu yang membuat pikiran saya berlari-lari tak henti-henti, menyakiti hati saya, hati di dada sebelah kiri saya...



[Gunung Sempu, 25032010 1006-1029]

25032010 dari 365 Hari Berpikir Positif

"Tersenyumlah hari ini... Sebuah senyuman bisa membuat deretan senyum yang panjang."--Ibu Lisa.



Selamat pagi! Kemarin malam saya menerima sebuah e-mail bagus yang sangat sempurna untuk dibagi dengan Anda saat kita memulai hari.

Lisa menulis, saya baru saja mengirimkan sebuah e-mail pada beberapa teman dan mengingat sesuatu yang dikatakan Ibu pada saya sejak saya masih sangat kecil dan berpikir kalau saya mungkin bisa membaginya dengan Anda. "Tersenyumlah hari ini.... Sebuah senyum bisa membuat deretan senyum yang panjang."

Saya ingat memikirkan tentang hal ini saat saya berusia sekitar 6 atau 7 tahun, dan saya benar-benar mencobanya. Ketika Anda tersenyum pada seseorang, mereka hampir sering membalas senyuman Anda. Bahkan jika Anda tersenyum pada mereka saat Anda lewat, senyum mereka biasanya bertahan cukup lama untuk bisa dilihat, setidaknya oleh seseorang, dan lingkaran senyum itu pun dimulai kembali. Saya ingat berpikir kalau itu adalah sesuatu yang sangat sederhana namun sangat kuat efeknya, dan itu bisa membawa begitu banyak kebahagiaan ke dunia kita.

Anak-anak saya sudah tidur sekarang, tapi saya pikir saya bisa mencoba untuk mengajarkan ini pada mereka besok. Saya yakin ibu saya sangat bangga jika tahu saya mendengarkan dan bahkan belajar sesuatu dari apa yang dia ajarkan. Saya rasa, saya juga akan memberitahunya apa yang saya ingat--saya yakin saya juga akan membuatnya tersenyum!

Terima kasih telah mengirimkan semua ini, Lisa. Anda benar, hal ini begitu sederhana, namun sangat mendalam. Jika setiap orang mempraktikkan konsep ini, saya yakin kita bisa membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih bahagia.



Giliran Anda:

Terapkan kebijaksanaan Ibu Lisa hari ini dan mulailah sebuah rantai senyuman. Saat Anda melakukannya, pikiran tentang pembaca lain buku ini yang melakukan hal yang sama. Dengan usaha yang digabungkan, kita bisa membuat 25 Maret (atau hari apa saja!) menjadi salah satu dari hari yang paling penuh dengan senyuman.



Tekad hari ini:

Setiap hari, saya ingat untuk memulai sebuah rantai senyuman




=365 Hari Berpikir Positif - Brook Noel=

[Gunung Sempu, 25032010 0648-0709]

24032010 dari 365 Hari Berpikir Positif

"Malaikat bisa terbang karena mereka menganggap diri mereka ringan."--Anonim.



Selamat pagi! Saat kita menjalani hari, kita sering disibukkan dengan beberapa masalah atau krisis dan semua itu menjadi beban di pundak kita. Apa yang mungkin hanya sebuah "hal kecil" menjadi "hal besar" karena kita yang membuatnya seperti itu. Kemampuan kita untuk merelakan sangat lemah, sementara kemampuan kita untuk menyalahkan diri kita sendiri (atau orang lain) sangat kuat.

Beberapa tahun yang lalu, saya melalui sebuah keadaan yang sulit dengan beberapa orang yang sangat negatif. Saya tidak bisa mengerti kenapa mereka melakukan beberapa dari hal yang mereka lakukan. Saya mendapati diri saya "sangat terluka" dengan perilaku mereka dan menganalisisnya dengan teman yang lain guna mencari penjelasan. Saya segera menyadari bahwa membahas atau menganalisis perilaku mereka hanya membuang-buang energi saya dan orang yang saya ajak bicara. Situasi itu ada di luar kendali kami, dan bukannya "melepaskan," kami terus "menahannya" dengan memberi waktu dan energi kami.

Beberapa saat setelah itu, saya menyadari kalau saya punya dua pilihan:(1) Terus mendiskusikannya dengan orang lain, membuang energi saya (dan mereka) dan kehilangan pijakan untuk maju ke depan mengejar hal penting; atau (2) Membuat keputusan sadar untuk "melepaskan" dan fokus terhadap sesuatu yang positif di mana saya bisa membuat sebuah perbedaan.

Saya memilih untuk MELEPASKANNYA. Itu tidak MUDAH. Kadang, saya mendapati diri saya tertarik kembali ke situasi negatif itu, atau terbangun di tengah malam mengkhawatirkan hal tu. Terus-menerus, lagi dan lagi, saya harus mengingatkan diri saya sendiri--"LEPASKAN!" Semakin saya mengingatkan diri saya sendiri untuk melepaskannya, semakin saya mampu melakukan hal itu. Saya menyadari bahwa semakin saya melepaskan hal negatif, semakin banyak ruang yang saya ciptakan untuk menghidupkan hal positif.



Giliran Anda:

Saat Anda menjalani hari, perlakukan energi dan pikiran Anda seperti emas. Sebelum Anda menginvestasikan waktu dan energi pada sesuatu, tanyakan pada diri Anda sendiri, "Apa hal ini benar-benar penting?" Jika jawabannya tidak, buatlah pilihan sadar untuk "melepaskannya" dan fokus kepada sesuatu yang positif sebagai gantinya.



Tekad hari ini:

Saya berbalik dari hal negatif dan menggantikannya dengan hal positif.



=365 Hari Berpikir Positif - Brook Noel=



[Gunung Sempu, 24032010 0727-0740]

22032010 dari 365 Hari Berpikir Positif

"Anda bisa mendapatkan yang terbaik dari orang lain jika Anda memberikan yang terbaik dari diri Anda."--Anonim.



Selamat pagi! Kutipan hari ini mengandung kebijaksanaan yang sederhana dan nyata! Sering kali, saat kita merasa frustasi dengan seseorang dalam kehidupan kita, apakah itu kolega, seorang teman, atau seorang anggota keluarga, kita mulai memfokuskan diri pada "apa yang salah" atau menggunakannya sebagai alasan untuk memperpanjang hal itu.

Namun, kesukaan menarik kesukaan, dan jika kita bersikap seperti itu kita akan menarik "usaha setengah hati" dari mereka yang ada di sekitar kita. Lingkaran itu kemudian berlanjut sampai kita mendapati diri kita dengan beban di pundak kita dan hati yang berat.

Ktika kita memberikan yang terbaik dari diri kita, terlepas dari perliaku orang lain, kita akan menikmati hidup yang lebih kaya. Selain itu, kita juga memberikan contoh pada anak-anak kita, teman dan semua orang yang berhubungan dengan diri kita. Kita mendorong orang lain untuk memberikan yang terbaik. Jika kita hidup dengan pikiran untuk selalu melakukan dan memberikan yang terbaik, kita akan mengetahui kalau kedamaian seseorang tidak bisa didapatkan melalui metode cepat apa pun. Kita akan mengetahui kalau kedamaian seseoranglah yang bertahan lama.



Giliran Anda:

Luangkan waktu hari ini untuk melepaskan semua hal negatif yang Anda pikirkan tentang orang lain. Ambilkan energi yang Anda gunakan untuk memfokuskan diri pada perilaku ini, dan arahkan kembali energi itu untuk memfokuskan diri untuk melakukan dan memberikan yang terbaik dari diri Anda.



Tekad hari ini:

Saya memfokuskan semua energi saya untuk hal-hal yang produktif, membantu dan membuat sebuah perbedaan.



=365 Hari Berpikir Positif - Brook Noel=



[Gunung Sempu, 22032010 0720-0732]

21032010 dari 365 Hari Berpikir Positif

"Waktu terbaik untuk menanam sebuah pohon adalah 20 tahun yang lalu. Waktu terbaik kedua adalah HARI INI!"--peribahasa Cina.



Selamat pagi! Rhonda Miga mengirimkan kutipan ini bersamaan dengan catatan berikut yang tepat sekali untuk merayakan permulaan musim semi!

Saya rasa ini bisa diaplikasikan oleh kita semua. Ada banyak hal yang kita ingin lakukan 20 tahun (atau 10 atau bahkan 5) yang lalu, tapi kita tidak pernah melakukannya. Saya rasa, peribahasa ini hebat karena ia mengatakan "lalu kenapa? lakukan hari ini!" Anda tidak bisa kembali dan mengubah apa yang tidak Anda lakukan, tapi tidak ada yang bisa menghalangi kita untuk melakukan hal itu hari ini.

Saya baru-baru ini kembali bersekolah dan membuat sebuah komentar untuk ibu mertua saya:"mungkin saya akan menyelesaikan kuliah ini saat saya berumur 50 tahun." Dia berkata,"Kau bagaimanapun akan berumur 50 tahun, bukan? Jadi, kenapa tidak berumur 50 dan mendapatkan gelar baru?"

Mungkin lebih baik jika saya mendapatkan gelar ini bertahun-tahun yang lalu, tapi sekarang adalah WAKTU TERBAIK KEDUA.

Ini adalah kalimat bijaksana yang bagus. Kutipan ini juga mengingatkan saya bahwa kita tidak boleh hidup dengan penyesalan. Apa yang tidak bisa kita lakukan kemarin (atau berpuluh tahun yang lalu) masih bisa dimulai hari ini. Kenapa kita harus hidup di masa lalu, jika kita mempunyai kekuatan untuk MENCIPTAKAN MASA DEPAN?



Giliran Anda:

Apa yang belum bisa Anda lakukan dalam kehidupan Anda yang bisa Anda mulai sekarang? Ubah penyesalan masa lalu Anda menjadi sebuah rencana aksi untuk masa depan Anda.



Tekad hari ini:

Hari ini adalah waktu yang tepat untuk sebuah perubahan.



Inspirasi:

Buatlah sebuah perubahan di dunia sekarang ini dengan menanam sebuah pohon sebagai perayaan atau penghormatan terhadap seseorang atau sesuatu. Kunjungi Yayasan Arbor Day di www.nationaltreetrust.org/join/tictim/ untuk mempelajari lebih banyak lagi.



=365 Hari Berpikir Positif - Brook Noel=



[Gunung sempu, 21032010 0822-0831]

Sanjungan Membuat Kita Berhasil

Kita semua senang dipuji, tetapi sayangnya hampir sepanjang waktu kita hanya mendengar tentang kejelekan kita. Saya kira, itu adil, karena hampir sepanjang waktu kita pun hanya membicarakan kejelekan orang lain. Kita ini jarang sekali mengucapkan pujian. Coba saja dengar sendiri apa yang Anda bicarakan.

Tanpa pujian, tanpa dorongan positif terhadap kualitas-kualitas yang baik, kualitas-kualitas tersebut akan layu dan mati, tetapi seulas pujian bisa menjadi sebuah tonggak pengobar semangat. Kita semua ingin mendengar diri kita dipuji; kita hanya ingin memastikan bahwa apa yang telah kita lakukan sudah benar adanya.

Suatu ketika, saya membaca artikel di sebuah majalah mengenai sebuah kelompok terapi yang menggunakan metode dorongan positif untuk membantu anak-anak yang mengalami suatu kelainan perilaku makan yang langka. Kapan pun anak-anak itu menelan makanan padat, mereka akan langsung memuntahkannya. Saat seorang anak berhasil untuk tidak memuntahkan secuil makanan selama semenit atau lebih, kelompok itu akan merayakannya. Para orang tua akan memakai topi kertas dan berdiri di kursi, bersorak, dan bertepuk tangan; para perawat akan menari-nari dan melemparkan pita warna-warni; seseorang akan memainkan musik favorit anak-anak. Seketika akan ada perayaan besar, di mana anak yang berhasil menahan makanannya menjadi pusat perhatian.

Anak-anak itu akan mulai berlatih menahan makanan lebih lama, dan lebih lama lagi. Sukacita mereka akan mengaktifkan kembali sistem saraf mereka. Seperti itulah, anak-anak itu mendambakan pujian. Kita pun demikian.

Siapa yang bilang kalau "sanjungan akan membuat kita tak berhasil!" adalah orang yang ......, tetapi kita maafkan saja=) Sanjungan, kawan, membuat kita BERHASIL!



=Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya - Ajahn Brahm=

[Gunung Sempu, 10032010 0853-0859]

20032010 dari 365 Hari Berpikir Positif

"Saya bisa memulai lagi hari saya, kapan pun saya mau."--Brook Noel.



Selamat pagi! Baru-baru ini, saya dan ibu saya bercakap-cakap, dan dia mengingatkan saya akan sesuatu yang saya lakukan saat saya masih kecil. Setiap sesekali waktu, dia akan melihat saya berhenti sejenak dan memejamkan mata seolah saya ingin berkonsentrasi akan sesuatu. Suatu ketika, saat saya melakukan hal ini setelah makan siang, dia menanyakan pada saya, apa yang sedang saya lakukan. Saya memberi tahu dia bahwa, "Hariku tidak berjalan dengan begitu baik, jadi aku akan memulainya kembali." Saya tidak tahu dari mana saya mempelajari kemampuan itu, tapi hal itu sudah membantu saya.

Pada tahun 2005, saya dwawancarai oleh seorang peneliti Penn Sate yang mempelajari pikiran para entrepreneur media. Menjelang akhir wawancara, dia bertanya pada saya, "Apa yang membuat Anda terus bertahan selama masa-masa buruk?" Saya tidak berhenti sedetik pun sebelum menjawab, "Saya tidak mempunyai masa-masa buruk. Saat ada masa-masa sepanjang hari-hari saya yang menantang atau mempersulit, sangat jarang sekali saya membiarkan momen itu menyerap dan memengaruhi perilaku saya selama keseluruhan hari. Jika saya menghadapi saat yang menyulitkan, kemudian di waktu makan siang, saya meluangkan waktu untuk menjernihkan pikiran saya dan "memulai hari saya"--tidak mengantisipasi apa pun kecuali yang terbaik untuk siang ini. Pastinya ada kebahagiaan yang bisa ditemukan pada setiap harinya. Jika kita memberikan keadaan yang menyulitkan menguasai panggung kehidupan kita sepanjang hari, kita akan melewatkan kebahagiaan dan kesempatan yang ada di hari itu.



Giliran Anda:

Ketika Anda menghadapi hari yang sulit minggu ini, cobalah untuk "MEMULAI KEMBALI HARI ANDA."



Tekad hari ini:

Setiap hari membawa kebahagiaan, pemenuhan, dan cinta.



=365 Hari Berpikir Positif - Brook Noel=


[Gunung Sempu, 20032010 0640-0653]

19032010 dari 365 Hari Berpikir Positif

"Bermimpilah seolah Anda akan hidup selamanya. Jalani hidup seolah Anda akan mati hari ini."--James Dean.



Selamat pagi! Saya yakin kalau hidup di saat ini dan memaksimalkan setiap momen adalah kunci untuk mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Saat saya pertama kali memulai "hidup dalam momen ini," saya bergelut dengan konsep ini. Bagaimana saya bisa hidup di momen ini jika saya juga memikirkan jangka panjang dalam benak saya? Saya berharap saya bisa mendapatkan nkutipan ini pada waktu itu, karena kutipan ini mengemukakan kunci untuk hidup dengan kaya secara indahnya.

Meskipun kita hidup di momen ini, kita masih mempunyai mimpi yang besar. Kita menanti masa depan dengan antisipasi dan pengharapan, bahwa kita tidak "hidup di hari esok." Sebaliknya, kita berusaha dengan sebaik-baiknya setiap harinya, menjalani hidup seolah itu adalah saat terakhir kita. kita hanya bisa menemukan kebahagiaan dalam momen itu. Kita tidak bisa mendapatkan kebahagiaan hari esok pada hari ini. Dan kita tidak bisa mendapatkan kebahagiaan jika kita menunggu "sesuatu yang lain." Untuk mendapatkan kebahagiaan sejati, kita harus menerima dan mengenali kebahagiaan semua hal yang ada di sini, pada saat ini.



Giliran Anda:

Jangan mencari kebahagiaan hari esok hari ini. Sebaliknya, kenali dan nikmati semua kekayaan saat ini.



Tekad hari ini:

Temukan kebahagiaan pada momen ini.



Pertanyaan renungan:

Dengan cara apa Anda sudah hidup "di hari esok" dan bukannya hari ini?
Apa yang Anda tunggu-tunggu untuk mendapatkan kebahagiaan?
Bagaimana melepaskan pengharapan akan hari esok bisa membawa lebih banyak kebahagiaan hari ini?



=365 Hari Berpikir Positif - Brook Noel=

[Gunung Sempu, 19032010 0631-0642]

17032010 dari 365 Hari Berpikir Positif

"...Jangan takut pda kehebatan:beberapa orang dilahirkan hebat, beberapa orang meraih kehebatan, dan beberapa orang lagi mendapatkan kehebatan didorong ke dalam diri mereka."--William Shakespeare.


Selamat pagi! Kehebatan kita bisa diekspresikan dengan banyak cara. Bisa dalam cara kita memasak...entah itu sebuah kaserol, atau sebuah makan malam besar, sebuah hamburger atau steik, salat yang ditata penuh seni, atau kroket kentang rendah lemak, banana boat, atau hanya sekedar sepiring buah-buahan segar. Makanan sehat, yang disiapkan dengan penuh cinta dan disajikan dengan indah, adalah sesuatu yang sangat hebat! Kehebatan kita mungkin adalah kemampuan untuk menenangkan seorang anak yang sedang menangis, membantu seseorang untuk mengatasi rasa takut, atau bisa menangani perubahan diri. Kadang, kita memikirkan kehebatan sebagai "apa yang terjadi di sekitar kita," tanpa menyadari semua kehebatan yang kita lakukan.



Giliran Anda:

Saat Anda melalui hari ini, sadarilah fakta bahwa Anda mempunyai kemampuan untuk mengubah yang "baik" menjadi "hebat." Luangkan waktu sejenak untuk merenungkan 5 hal hebat yang sudah Anda lakukan selama seminggu terakhir. Ketika kita meluangkan waktu untuk memuji diri kita sendiri atas apa yang kita lakukan dengan baik, kita akan dengan sendirinya melakukan lebih banyak lagi hal baik.



Tekad hari ini:

Saya cukup peduli untuk mengubah yang BAIK menjadi HEBAT.



Lebih dalam lagi:

Banyak dari kita yang diberkati dengan kemampuan yang berkaitan dengan membuat daftar kesalahan dan kekurangan kita. Berlatihlah untuk membuat daftar kualitas positif Anda. Hari ini, buatlah sebuah daftar yang terdiri atas setidaknya 25 bakat atau karakteristik yang menunjukkan kehebatan Anda.




=365 Hari Berpikir Positif - Brook Noel=



[Gunung Sempu, 17032010 0856-0900]

16032010 dari 365 Hari Berpikir Positif

"Ada 3 jenis orang di dunia ini: mereka yang MEMBUAT hal-hal terjadi, mereka yang MENGAMATI hal-hal terjadi, dan mereka yang MEMIKIRKAN apa yang sudah terjadi. Kita semua memiliki sebuah pilihan. Anda bisa memutuskan ingin menjadi jenis orang yang mana. Saya memilih untuk menjadi jenis yang PERTAMA."--Mary Kay Ash.



Selamat pagi! Saya selalu menyukai kebjaksanaan Mary Kay Ash, seorang netrepreneur dan visioner. Hari ini, saya pikir, saya akan memberikan Anda sebuah kuis kecil yang berhubungan dengan kutipannya. Mary Kay membagi 3 jenis orang.
- Mereka yang MEMBUAT hal-hal terjadi
- Mereka yang MENGAMATI hal-hal terjadi.
-Mereka yang MEMIKIRKAN hal-hal yang sudah terjadi.

Yang mana dari ketiga kelompok itu yang menurut Anda paling bahagia? Yang mana yang menurut Anda paling tidak bahagia, yang sering merasa kalau mereka adalah salah satu "korban" dari kehidupan? Kelompok mana yang menurut Anda menjalani kehidupan tanpa mengalami banyak kebahagiaan atau kesedihan?

Sekarang, cobalah yang satu ini. Yang mana dari kelompok ini yang menurut Anda paling sukses? Yang mana menurut Anda paling menunjukkan rasa sesal? Yang mana menurut Anda yang tidak pernah menyadari potensi mereka karena mereka tidak pernah mengeksplorasinya?

Karena saya yakin Anda menebak dengan benar, inilah jawabannya,
- Mereka yang MEMBUAT hal-hal terjadi--paling bahagia dan paling sukses
- Mereka yang MENGAMATI hal-hal terjadi--paling tidak bahagia dan penuh sesal
-Mereka yang MEMIKIRKAN hal-hal yang sudah terjadi--tidak mengalami banyak kebahagiaan atau kesedihan atau menyadari potensi mereka.

Mereka yang mengamati hal-hal terjadi atau memikirkan apa yang sudah terjadi tidak mengambil kemudi untuk mengendarai kehidupan mereka. Mereka justru meninggalkan hari-hari mereka berantakan ditiup oleh angin yang datang dari luar.

Mereka yang berada dalam kelompok pertama. seperti Mary Kay Ash, adalah subjek bagi angin luar yang sama, tapi mereka membuat hal-hal terjadi untuk menangkalnya. Mereka yang berada dalam kelompok pertama mempunyai sebuah visi yang lebih besar dari hambatan apa pun, dan visi itu akan membantu mereka melewati badai.



Giliran Anda:

Termasuk ke dalam kelompok yang manakah Anda? Pikirkan mengenai bulan lalu dan termasuk dalam kategori manakah mayoritas dari tindakan yang Anda lakukan (atau tidak Anda lakukan). Jika Anda tidak berada dalam kelompok A, kenapa tidak bergabung? Banyak hal-hal hebat terjadi di sana!



Tekad hari ini:

Saya membuat hal-hal terjadi.



=365 Hari Berpikir Positif - Brook Noel=


[Gunung Sempu, 16032010 1111-1124]

Kita semua adalah SALES

SALES

Apa yang ada di bayangan teman-teman jika mendengar kata sales?

Orang berpakaian rapi dengan kemeja garis-garis, berdasi membawa tas besar dengan keringat bercucuran karena mobil perusahaannya AC nya rusak, menawarkan penyedot debu dari rumah ke rumah?

Ada di level ke berapa seorang sales itu dalam strata pekerjaan yang ada di bayangan teman-teman?

Level paling bawah sendiri? Atau level yang sejajar dengan kasta Paria dalam Hindu?
Upss, Gawat sekali itu...


Predikat apa yang teman-teman sematkan kepada orang-orang yang bertugas "berjualan"?
Jika teman-teman sudah terlanjur menyematkan predikat bahwa "berjualan" itu adalah pekerjaan yang tidak berpendidikan atau tidak butuh keahlian khusus atau apa pun yang meletakkan orang-orang di bagian penjualan itu satu level lebih rendah daripada ilmuwan, insinyur bangunan, ataupun dokter, saya mohon dengan sangat, teman-teman melepaskan pikiran itu sejenak dan membuka luas pikiran teman-teman.

Ini adalah pandangan saya:

KITA adalah PRODUK.
KITA adalah SALES dari PRODUK bermerk KITA.
KITA adalah SALES dari PRODUK bermerk AUF.
KITA adalah SALES dari PRODUK bermerk (isi dengan nama teman-teman sendiri.)


Bagi teman-teman yang sudah mengenal saya, baru mengenal saya, atau baru nge-add, atau sebatas tau nama saya, saya mau sedikit bertanya dan teman-teman cukup menjawab dalam hati saja, AUF itu seperti apa sih orangnya?

Bagi teman-teman yang sudah mengenal saya, baru mengenal saya, atau baru nge-add, atau sebatas tau nama saya, saya mau tanya, AUF itu seperti apa sih orangnya dibandingkan dengan orang lain?

Sekarang bagaimana dengan Facebook?

Bagi taman-teman yang menggunakan Facebook, dalam hati saja, seperti apakah Facebook itu?

Bagi teman-teman yang menggunakan Facebook dan juga menggunakan situs jejaring lain, apa keunggulan Facebook dibanding situs lain?

Biar lebih mudah coba di jabarkan secara tertulis, misal seperti ini:
AUF:Ganteng, bijaksana, suka menolong
AUF dibandingkan dengan X (misalnya):Lebih ganteng AUF, lebih pintar AUF, lebih cerdas AUF.

Facebook:Elegan, mature, komplit.
Facebook dibandingkan dengan situs X,Lebih mudah Facebook pengoperasiannya, lebih komplit Facebook fitur-fiturnya, lebih menyenangkan Facebook pengoperasiannya.


Sudah mulai merasa bahwa DIRI KITA adalah PRODUK?


Lalu jika teman-teman sudah memahami bahwa DIRI KITA adalah PRODUK, siapa yang akan "menjual" PRODUK ini?
Diri Sendiri? Itu pasti bukan?
Orang lain? Itu juga pasti.

Lho, kok orang lain juga ikut-ikutan jualan saya? Memang saya ini laki-laki apaan?

Hehehehe, tenang dulu jangan negatif thinking. Saya punya sedikit cerita tentang menjadikan diri saya PRODUK.

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat kerjaan yang mengejutkan, MENJADI JURI FESTIVAL BAND! Sepanjang karier saya bermusik, baru kali ini saya menjadi juri festival band. Sungguh lucu karena band saya sendiri dari pertama kali terbentuk hingga sekarang belum pernah yang namanya menang dalam festival band. Boro-boro menang, lolos aja jarang, hehehe. Tapi kali ini saya mendapatkan kebanggan menjadi sebuah juri festival band yang diadakan Sebuah SMA di Yogyakarta. Saya dipilih menjadi juri festival band karena alasan-alasan sebagai berikut:

1. Saya punya majalah musik, DAB MAGAZINE (YOGYAKARTA”S FINEST MUSIC MAGAZINE.) Kebetulan SMA itu menjadi salah satu Pick up point majalah saya.

2. Saya personil dari OHNINA! Ini pengaruhnya memang tidak begitu banyak bagi peserta karena kebanyakan tidak tahu band saya (bahkan mungkin teman-teman yang membaca tulisan ini) tapi nanti akan ada cerita seru lagi tentang band saya.

Dari sini ternyata saya dianggap sebagai sebuah PRODUK yang tepat untuk menjadi juri festival band. Image dari produk AUF adalah orang yang berpengalaman di bidang musik. AUF mudah didapatkan karena ada nomor hape yang bisa dihubungi dan jika di sms mbales. Serta berbagai keunggulan lain yang ditawarkan oleh PRODUK bernama AUF.

Saya tidak menjadi juri sendiri, saya ditemani Dimas Widiarto Creative Director dari DAB MAGAZINE (YOGYAKARTA’S FINEST MUSIC MAGAZINE), dan seorang juri lain dari SMA tersebut. Dari ketiga juri ini tidak ada satupun yang sarjana musik, jebolan sekolah musik atau mentok-mentok lulusan les-lesan musik=D Ternyata hal yang terakhir ini menjadi masalah bagi beberapa peserta yang belum menang dalam festival ini. Mereka menganggap hasil penjurian itu cukup controversial karena band yang juara 3 (maaf saya lupa nama bandnya) dianggap tidak layak untuk menjadi juara 3 dan manajemen dari peserta yang protes ini menganggap bandnya lah yang pantas menjadi juara 3 (padahal di catatan saya band ini malah di peringkat ke 7, hehehe). Ada komentar mereka yang menjadi pelecut semangat saya yang bunyinya kira-kira seperti ini:”Wah, maaf saja, Juri nya tidak ada yang SARJANA MUSIK sih, jadi hasilnya juga sembarangan, tidak tahu yang mana yang fals atau yang tidak.”

Ada 2 pemikiran yang langsung muncul dalam benak saya waktu itu. Satu, jika yang jadi juri itu Eross Chandra (Sheila on 7) atau Pongki Barata (Jikustik) tentu SARJANA MUSIK tidak lagi diperlukan. Ini menjadi koreksi bagi saya sendri karena produk AUF kurang dikenal dan dianggap tidak kompeten oleh beberapa orang, meskipun band saya jauh lebih keren dari dua band di atas (menurut saya sendiri=) dengan berhasil mendapatkan 4 Label Rekaman (Blossom Records, Bon Vivant Records, Series Two Records, dan Edition 59) dari 4 Negara (Indonesia, Spanyol, USA, dan Jerman) di 3 Benua yang berbeda dalam waktu 1 tahun.

Dua, orang masih terjebak di gelar kesarjanaan untuk menghasilkan sebuah karya. Jangan salah sangka dulu, saya pun pada bulan april 2010 ini akan mendapatkan gelar sarjana S1 saya dan saya menjunjung tinggi pendidikan. Tapi dalam hal ini, gelar sarjana TIDAK MENJAMIN orang menjadi sukses. Sekarang saya tanya, musisi mana yang dibelakangnya ada gelar S.Sn (Sarjana Musik)? Atau ada berapa banyak musisi, di Indonesia saja lah, yang jualan lagunya meledak, yang punya gelar SARJANA MUSIK? Paling bisa di hitung dengan jari. Saya tidak merendahkan teman-teman yang punya gelar SARJANA MUSIK yang memang memilih untuk mengajar atau tidak berkecimpung di industri musik. Tapi ini adalah REALITA yang harus kita semua akui. Sebagus apapun kita membuat PRODUK, akan menjadi OMONG KOSONG jika kita tidak bisa menjualnya. Ada yang tahu band Vierra, yang personilnya anak dari pasangan Addie MS dan Memes? Sepengamatan saya, vokalis Vierra jika main live (bahkan di TV nasional) suarnya tidak pernah tidak fals a.k.a selalu fals! Tapi dalam jualan musiknya, saya setuju bahwa mereka bisa JUALAN musiknya. Bisa menjadi SALES bagi band mereka dan bagi diri mereka sendiri.

Kadang kita memang susah untuk MENJUAL diri kita karena kita terbentuk dengan lingkungan yang menyamarkan rendah hati dengan rendah diri. Beberapa bulan yang lalu saya melakukan beberapa interview akan calon AE untuk DAB MAGAZINE (YOGYAKARTA’S FINEST MUSIC MAGAZINE.) Kebanyakan dari calon-calon AE ini selalu kesulitan jika di beri pertanyaan apa keunggulan mereka dan kenapa saya harus menerima mereka? Bahkan ada beberapa yang dating dengan rasa tidak percaya diri ketika interview. Waw, saya sangat terkejut! Jika mereka saja tidak percaya dengan diri mereka sendiri, bagaimana saya dan teman-teman di DAB MAGAZINE (YOGYAKARTA’S FINEST MUSIC MAGAZINE) bisa memberi kepercayaan dengan mereka?

Pada awal tulisan ini saya membuat opini tentang produk bernama AUF dengan definisi Ganteng, bijaksana, suka menolong, karena saya ingin membentuk citra yang positif dan saya yakin dengan diri saya sendiri bahwa saya bisa menjadi positif. Dulu saya sering dianggap orang yang sombong, arogan, angkuh dll oleh beberapa teman. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman saya yang menyematkan predikat itu kepada saya karena saya jadi bisa membedakan antara SOMBONG dan MENJUAL DIRI. Pemahaman saya tentang sombong dan menjual diri antara lain sebagai berikut. Sombong tidak akan mendapatkan hasil apapun. Menjual diri akan mendapatkan hasil yang menguntungkan bagi diri sendiri dan orang lain. Contoh sederhana ketika dalam CV kita ketika melamarkerja, kita menuliskan berbagai macam keunggulan kita misalnya, berjiwa pemimpin, suka tantangan, rajin, tapi tidak ada satupun pengalaman yang mendukung keunggulan kita (pengalaman kerja, mupun organisasi), itu berarti kita sombong. Tetapi lain halnya jika kita menulis, pekerja keras, supel, ulet, lalu kita bisa memberikan lampiran pengalaman yang mendukung itu, itu artinya menjual diri.

Suka atau tidak suka, kita sebenarnya akan selalu menjadi PRODUK dalam keseharian kita, siapapun kita, dokter, dosen, arsitek, mahasiswa, musisi, anak, ibu rumah tangga,bahkan presiden. Entah itu dengan keluarga, teman atupun diri sendiri. Jadi jika kamu ingin PRODUK itu “laris,” mulailah belajar MENJUALNYA karena seperti saya bilang tadi "Sebagus apapun kita membuat PRODUK, akan menjadi OMONG KOSONG jika kita tidak bisa MENJUALNYA."

Jadi bagaimana? Apakah teman-teman sudah siap menjadi SALES?

Atau jika kata SALES masih terkesan “rendah” bisa kita ubah menjadi MARKETING MANAGER. Karena ada beberapa teman yang mungkin minder jika disebut sebagai SALES. Dengan menjadi MARKETING MANAGER paling tidak, kita sudah punya satu orang yang kita MANAGE dan kita PASARKAN, yaitu DIRI KITA SENDIRI=)



[Gunung Sempu, 15032010 1015-1241]

Insinyur muda dan 1.000 Batu Bata

Alkisah, seorang insinyur muda, mendapatkan proyek pertamanya. Proyek pertamanya adalah membuat sebuah tembok dengan 1000 batu bata.Dia bekerja sangat tekun menyelesaikan tembok dengan 1000 batu bata tersebut. Kelihatannya gampang membuat tembok dengan batu bata:tinggal tuangkan seonggok semen, sedikit ketok sana, sedikit ketok sini. Ketika si insinyur muda mulai memasang batu bata, dia mengetok satu sisi untuk meratakannya, tetapi sisi lainnya malah jadi naik. Lalu dia meratakan sisi yang lain itu, batu batanya jadi melenceng. Setelah diratakan kembali, sisi lainnya kembali terangkat (Jika kamu tidak percaya, boleh mencobanya sendiri=p)

Sebagai proyek pertamanya, sang insinyur muda memasang kesabaran yang cukup tinggi dan waktu sebanyak mungkin yang dia perlukan. Dia memastikan setiap batu bata terpasang sempurna, tak perduli berapa lama jadinya. AKhirnya dia menyelesaikan tembok batu bata pertamanya! Saat itulah dia melihatnya-oh, tidak!- dia telah keliru menyusun 2 batu bata! Batu bata lain sudah lurus, tetapi 2 batu bata tersebut tampak miring. Mereka terlihat jelek sekali. Mereka merusak keseluruhan tembok. Mereka meruntuhkannya...

Saat itu, semen sudah terlanjur terlalu keras untuk mencabut 2 batu bata itu. Dia pun berpikiran untuk membongkar tembok tersebut dan membangun kembali yang baru, atau kalau perlu, meledakkannya sekalian! Dia telah membuat kesalahan dan menjadi gundah gulana. Akan tetapi waktu tidak berpihak kepadanya karena akan ada tinjauan dari atasannya.

Saat atasannya datang, dia mengajak berkunjung berkeliling bangunan yang baru setengah jadi. Dia mencoba menutup-nutupi 2 batu bata yang miring, meskipun dia tahu itu percuma, karena atasannya sangat detail...

Kemudidan dengan ragu-ragu dia meminta komentar... "Bagaimana pak tembok bikinan saya?"

"Itu tembok yang indah." Kata atasannya dengan santainya....

"Pak, apakah kacamata bapak tertinggal? Tidakkah bapak melihat 2 batu bata jelek yang merusak keseluruhan tembok itu?" tanya si insinyur muda dengan terkejut...

Apa yang atasannya ucapkan selanjutnya telah mengubah keseluruhan pandangan si insinyur muda terhadap temboknya, dirinya sendiri dan banyak aspek lain dalam kehidupan. Atasannya berkata:

"Ya, saya bisa melihat 2 bata jelek itu, namun saya juga bisa melihat 998 batu bata yang BAGUS!"



=Ajahn Brahm dengan sedikit perubahan setting tempat dan peran=


[Kasihan, Quicker net 12032010 0930-0946]