Lingkaran (I)

Saya sekarang berada di sebuah lingkaran yang bentuk dan komponennya sama dengan lingkaran yang dulu saya tempati, ya hampir sama lah...
Memang ada yang datang dan pergi di lingkaran ini, yang datang orang baru, yang pergi orang lama.
Dulu saya menikmati sekali berada di dalam lingkaran ini,
karena pada dasarnya, saya memang mencintai lingkaran ini, sampai sekarang.
Dulu saya bisa berhari-hari tidak pulang hanya untuk menggerakkan lingkaran ini, atau kalau menggerakkan terdengar begitu angkuh, ya ikut bergerak boleh lah, karena lingkaran ini terus bergerak dan berkembang, hanya saya menggandakan gerakan saya.
Bergerak dan berkembang hingga menjadi semakin besar setiap harinya,menitnya,detiknya.
..
Saya yang hidup di lingkaran ini berusaha untuk hidup dan menghidupi, baik si lingkaran atau diri saya sendiri. Saya kira semua komponen lingkaran ini juga begitu,
hidup dan menghidupi, atau mungkin pada mulanya menghidupi dan hidup.

Beberapa waktu yang lalu di tahun lalu persisnya,
saya merasa sesak berada di lingkaran, karena memang dalam kurun waktu beberapa tahun yang lalu ada yang mulai masuk ke dalamnya dan itu membuat komponen-komponen di dalam lingkaran bergerak-gerak.
Itu membuat saya gerah dan sakit di dada sebelah kiri, bukan dalam pengertian secara eksplisit tentunya...
Di tahun yang lalu itu, saya sempat berpikir untuk mengalah dengan komponen baru itu,
saya ingin keluar dari lingkaran!
Tapi sesuatu membuat saya tertahan di situ,
sesuatu yang meneriakkan keyakinan,
keyakinan yang memotivasi, yang kemudian saya mengenal buku-buku motivasi yang memang saya gunakan untuk terapi dada sebelah kiri saya tadi.
Karena pada dasarnya saya menicntai lingkaran itu...


Lingkaran itu menyakiti saya...
Tidak, bukan,
lingkaran itu, memaksa pikiran saya menyakiti hati saya, hati di dada sebelah kiri saya...
Lingkaran itu selalu menghadapkan saya kepada sesuatu yang membuat pikiran saya berlari-lari tak henti-henti, menyakiti hati saya, hati di dada sebelah kiri saya...


Saya memang meyakini jika Tuhan memberikan kita jalan berbatu maka Dia akan menyediakan sepatu yang kuat bagi kita...
Namun ada kalanya batu-batu itu membuat kaki-kaki kita benar-benar ngilu.
Saya juga boleh kan memilih jalan tol?
Karena saya punya tiket platinum yang memudahkan saya di antrian jalan tol.
Lagipula, di dalam katalog kehidupan juga tersedia banyak pilihan yang kita dengan mudahnya memilih...
Mau bagaimana lagi
Lingkaran itu terkadang menyakiti saya...
Tidak, bukan,
lingkaran itu, terkadang memaksa pikiran saya menyakiti hati saya, hati di dada sebelah kiri saya...
Lingkaran itu terkadang menghadapkan saya kepada sesuatu yang membuat pikiran saya berlari-lari tak henti-henti, menyakiti hati saya, hati di dada sebelah kiri saya...


Belakangan ini, saya mulai berpikiran untuk berada di luar lingkaran,
sekedar menjadi penikmat pergerakan lingkaran itu,
karena komponen baru itu terlihat sangat menikmati ritmenya, dan saya tidak mau merusak semangat membara...
karena sekarang
Lingkaran itu sedikit-sedikit menyakiti saya...
Tidak, bukan,
lingkaran itu,sedikit-sedikit memaksa pikiran saya menyakiti hati saya, hati di dada sebelah kiri saya...
Lingkaran itu sedikit-sedikit menghadapkan saya kepada sesuatu yang membuat pikiran saya berlari-lari tak henti-henti, menyakiti hati saya, hati di dada sebelah kiri saya...


Belakangan ini, saya juga mulai berpikir untuk memutuskan,
saya atau komponen baru itu yang berada di dalamnya,
Karena
lingkaran itu memang menyakiti saya...
Tidak, bukan,
lingkaran itu,memang memaksa pikiran saya menyakiti hati saya, hati di dada sebelah kiri saya...
Lingkaran itu memang menghadapkan saya kepada sesuatu yang membuat pikiran saya berlari-lari tak henti-henti, menyakiti hati saya, hati di dada sebelah kiri saya...



[Gunung Sempu, 25032010 1006-1029]